Planet BumiKita tak perlu menjadi super hero untuk bisa menjadi penyelamat bumi. Menyelamatkan bumi bisa kita lakukan dengan melestarikan lingkungan, dan untuk melakukannya, tak perlu langkah-langkah rumit. Langkah-langkah kecil yang Anda buat juga lama kelamaan akan berubah menjadi satu perubahan besar.

Nah, berikut adalah cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan:


1. Gunakan Air Lebih Sedikit.


Anda bisa melakukannya dengan:

- Menutup keran air ketika menggosok gigi, atau menggantinya dengan air dalam gelas
- Mandi sedikit lebih cepat
- Mandi dengan shower sebagai pengganti bath tub
- Mengecek apakah ada kebocoran pipa

2. Gunakan Energi Lebih Sedikit.

Kalau misalnya Anda belum mampu membeli mobil hybrid, jangan khawatir, karena masih ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan lingkungan:

- Beli peralatan yang hemat energi. Mungkin harganya sedikit lebih mahal, tapi energi yang dikeluarkan akan irit, dan pengeluaran Anda juga akan irit.
- Cabut charger ketika tidak digunakan. Charger seperti untuk handphone, kamera, atau yang lainnya akan tetap mengeluarkan energi meskipun tak dihubungkan ke peralatan.
- Berjalan kaki atau naik sepeda untuk perjalanan jarak dekat
- Beli produk lokal. Transportasi untuk makanan atau produk lain membutuhkan energi. Dengan membeli produk lokal, tak hanya ekonomi lokal yang akan terbantu, tapi energi juga bisa dihemat.

3. Gunakan Kembali Barang-Barang di Rumah.

Anda pasti tahu 3 R: reduce, reuse, recycle (kurangi, gunakan kembali, daur ulang). Namun, untuk R yang kedua, biasanya sering terlupakan, atau memang sengaja dilewati karena kurangnya ide atau kreativitas. Padahal, ada banyak hal di rumah yang bisa Anda gunakan kembali, seperti misalnya toples bekas yang digunakan kembali sebagai vas bunga, bekas tempat cat tembok untuk pot bunga / tanaman lain, dll. Anda perlu sedikit kreativitas untuk hal ini. Jika tidak ada ide, Anda bisa mencarinya secara online lewat Google. Misalnya, seperti ide untuk membuat CD bekas yang menjadi hiasan seperti ini:

daur ulang CD bekassumber: kaboose

Bersikap ramah terhadap lingkungan tidak hanya bagus untuk lingkungan itu sendiri, tapi juga bagus untuk diri Anda. Hemat energi juga bisa menghemat pengeluaran, yang tentunya akan membuat Anda senang.

Namun, tujuan semua ini pada dasarnya adalah melestarikan lingkungan, bukan isi dompet Anda. Jadi, jangan paksakan diri untuk menggunakan listrik, air, atau mendaur ulang barang jika tujuannya hanya untuk menghemat atau menabung uang; karena seperti yang telah saya tulis dalam artikel sebelumnya, cara untuk membuat isi dompet semakin tebal adalah dengan memfokuskan diri untuk mengembangkan aset, yaitu tujuan jangka panjang Anda, bukan sekedar pemasukan / income jangka pendek. 

Ada ide lain untuk bisa ramah lingkungan? Silakan bagikan pengetahuan & pengalaman Anda di sini. Mari kita dukung Michael Jackson dengan heal the world, and make it a better place :)

Gambar: altham.com


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Farrah GrayFarrah Gray adalah seorang anak yang berasal dari kalangan minoritas di Amerika, dan sekarang pun ia masih menjadi bagian dari kalangan minoritas. Bedanya, kalau dahulu Gray adalah seorang keturunan Afrika-Amerika miskin, yang merupakan minoritas di Amerika, maka sekarang ia telah menjelma menjadi milyarder muda, yang juga merupakan minoritas di dunia ini, karena ia telah menjadi bagian dari 1% penduduk dunia yang menguasai peredaran uang.

Perjalanan Gray menuju kesuksesan bisa dibilang begitu “instant”. Tapi, mungkin lebih tepat lagi kalau disebut “ngebut”, karena ia benar-benar mencapai impiannya dengan usahanya sendiri, dan tentunya dukungan dari keluarga dan rekan-rekannya. Gray ialah seorang anak muda yang begitu menginspirasi banyak orang.

Dahulu, pria kelahiran tahun 1984 ini tinggal bersama keluarganya di sebuah apartemen kelas bawah, yang toiletnya sering macet dan banyak dihuni kecoak. Rasa sayangnya terhadap keluarga membuatnya ingin memberi yang terbaik bagi mereka, seperti apa yang sering ia lihat di layar televisi.

Pikiran Farrah Gray yang sudah begitu berpandangan ke depan membuatnya berkeputusan untuk mencari uang dengan cara berjualan ketika berusia 6 tahun. Apa yang ia jual waktu itu pun cukup sederhana, yaitu batu yang ia lukis sendiri sebagai ganjalan pintu. Ia berjualan keliling dari rumah ke rumah, dan bahkan membuat kartu namanya sendiri. Di dalam kartu nama tersebut, ia menyebut dirinya sebagai “CEO Abad 21”.

Suatu saat, ia memberi kartu namanya pada seseorang yang bernama Roy Tauer. Tentu saja ia terkesan dengan kartu nama bertuliskan “CEO Abad 21” yang dimiliki oleh seorang anak yang berusia sekitar 8 tahunan waktu itu. Tauer kemudian melihat adanya ambisi entrepreneurship dalam diri Gray, sehingga ia mengajaknya mendirikan sebuah klub bisnis yang diberi nama U.N.E.E.C ( dibaca Unique, singkatan dari Urban Neighborhood Economic Enterprise Club). Klub itu sendiri adalah sebuah organisasi yang mendorong anak-anak muda menjadi pengusaha.

Perjalanan bisnis Farrah Gray terus saja mengalir, dan bahkan Gray berhasil memiliki kantor di Wall Street, sehingga ia menjadi orang termuda di sana!

Di usianya yang ke-11, Farrah Gray kemudian mendapat wawancaranya yang pertama di KVBC Channel 3. Tiga tahun kemudian, di usianya yang ke-14, Gray secara resmi berhasil menjadi seorang milyarder muda dari penjualan yang menembus $1.5 juta dolar dari perusahaan Farr-Out Food miliknya. Kerajaan bisnisnya bertambah lagi ketika ia mengakuisisi majalah Innercity di usia 19 tahun.

Berkat kiprah Farrah Gray dalam bidang bisnis dan juga kepemimpinan & integritasnya, ia mendapat gelar Doktor kehormatan dari Allen University. Buku-buku yang ditulisnya pun laris manis, dan buku yang melambungkan namanya yang berjudul Reallionaire telah dipuji berbagai kalangan, termasuk mantan presiden A.S. Bill Clinton serta pengarang Chicken Soup For The Soul, Jack Canfield dan Mark V. Hansen.

Dengan berbagai prestasinya yang luar biasa dan usianya yang masih muda itu, Gray tentunya masih memiliki banyak cita-cita. Gray mengatakan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberi sumbangan atau kontribusi pada masyarakat. Jiwa sosialnya ini telah ia buktikan dengan berdirinya Farrah Gray Foundation, sebuah yayasan yang fokus pada pendidikan entrepreneurship bagi anak muda, di mana ia menyumbangkan honornya sebagai seorang pembicara.

Farrah Gray adalah seorang pemuda yang dinamis dan optimis, yang senantiasa percaya akan kata-kata neneknya yang berbunyi:

“'If better is possible, than good is just not enough.” – Jika kita bisa melakukan yang lebih baik, maka bagus saja belum cukup.



Sumber: Wikipedia, AOL, DrFarrahGray.Com, BlackCollegeView
Gambar: purdue.edu


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Aset KeuanganDi awal tahun 2009 ini, Robert Kiyosaki yang terkenal dengan bukunya Rich Dad Poor Dad kembali membuat satu gebrakan lagi dengan menulis buku keuangan lain yang diberi judul Conspiracy of The Rich. Buku ini terbilang lain daripada yang lain, karena Robert menulis bab demi bab yang kemudian di-upload ke internet, untuk bisa menjadi bahan diskusi. Jadi, buku ini adalah sebuah buku interaktif.

Di dalam buku Conspiracy of The Rich ini, saya menemukan banyak sekali pelajaran berharga tentang keuangan dari Robert Kiyosaki. Di dalamnya terdapat banyak sekali ide brilian tentang keuangan yang mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang.

Salah satu pelajaran yang bisa Anda dapatkan untuk bisa menjadi sukses secara finansial dalam buku ini adalah dengan memfokuskan diri pada aset, bukan pemasukan atau income.

Bagaimana prinsip ini bisa diterapkan? Robert sendiri mencontohkannya dengan bisnis Rich Dad Company-nya.

Robert Kiyosaki tidak memfokuskan dirinya untuk mendapatkan income dengan membuat produk di Rich Dad Company. Namun, Robert justru memusatkan perhatiannya untuk menciptakan aset. Maksudnya, ia tidak fokus pada buku-buku yang diproduksinya, tapi ia fokus pada produksi derivatifnya, yaitu hak lisensi, sehingga ia bisa menjual hak lisensi pada negara-negara lain yang ingin menterjemahkan bukunya. Selain dari buku, Robert juga punya aset lain dari hak lisensi permainan Cashflow dan merek dagang miliknya.

Dengan cara ini, Robert juga menyangkal prinsip “live below your means” yang banyak diterapkan orang. Menurutnya, apa yang lebih tepat adalah “expand your means”! Jadi, jangan hanya fokus pada menabung uang, tapi lebih fokuslah dalam memperbanyak aset. Tingkatkan kemampuan dalam keuangan, bukannya menurunkan standar pengeluaran.

Bagi Robert dan istrinya, Kim Kiyosaki, memperbanyak aset dilakukan dengan rencana mereka di tahun 2009 ini untuk menerbitkan tiga buku baru, membeli 200 sampai 500 unit rental, mengebor lagi sumur minyak, dan lain lain.

Prinsip yang diterapkan Robert dan istrinya ini mengingatkan saya pada Mike Litman, penulis buku Conversations with Millionaires. Ia pernah menulis dalam salah satu artikelnya, bahwa inilah apa yang dilakukan oleh para entrepreneur.

Jadi, para entrepreneur fokus pada tujuan jangka panjang, bukan jangka pendek. Para entrepreneur fokus dengan membangun aset, bukannya pada pemasukan atau income, seperti apa yang dilakukan oleh para karyawan. Kalau para karyawan fokus pada gaji yang keluar tiap bulan, maka para entrepreneur fokus pada membangun aset yang bisa memberi keuntungan untuk jangka panjang.

Memperbanyak aset tidak harus dilakukan dengan uang sendiri, lho. Bahkan, Robert mengatakan bahwa ia suka berhutang untuk membangun aset (bukan untuk barang konsumtif). Tak heran Robert bisa pensiun di usia 47 tahun. Pengetahuan finansialnya begitu dalam, dan tentunya ia mempraktikkannya sendiri :)

Nah, apa yang Anda baca tadi cuma sekelumit pelajaran berharga dari buku Conspiracy of The Rich. Kalau Anda ingin mengetahui pelajaran-pelajaran lain, langsung saja klik situs Conspiracy of The Rich, dan baca bukunya online secara gratis! Tapi sebaiknya Anda bergegas, karena tak lama lagi buku ini akan segera diterbitkan, dan Anda tak akan bisa membacanya lagi secara gratis di internet.


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Dalam affiliate marketing, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan produk. Teknik-teknik promosi yang bisa digunakan juga biasanya tidaklah terlalu sulit, selama kita mau terus belajar dan menerapkan.

Nah, salah satu cara untuk mempromosikan produk afiliasi adalah dengan menggunakan rekomendasi produk. Para marketer tahu bahwa ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk berpromosi, ketimbang hanya dengan beriklan secara terang-terangan.

Jika orang telah mempercayai Anda, maka mereka tentu akan mempercayai rekomendasi Anda. Meski demikian, berhati-hatilah dalam menggunakan cara ini. Jika semuanya Anda promosikan dengan rekomendasi, maka reputasi Anda bisa makin menurun. Ini bisa terjadi, karena orang akan berpikir bahwa Anda tidak tulus karena terus merekomendasikan produk, terutama kalau rekomendasi Anda kelihatan berlebihan, dan tidak ada nilai informatifnya bagi mereka.

Jangan takut untuk menyebutkan hal yang kurang Anda suka dari produk yang Anda promosikan. Sebab, ini justru akan membuat rekomendasi Anda menjadi lebih realistis, dan kredibilitas Anda bisa meningkat.

Lebih jauh lagi, jika orang tertarik dengan produk yang sedang Anda promosikan, maka mereka akan bersedia untuk mempelajari produk tersebut dari Anda. Mereka ingin tahu tentang apa yang bagus dan tidak bagus dari produk tersebut, dan bagaimana produk itu dapat memberi mereka kemudahan atau keuntungan.

Ketika Anda merekomendasikan suatu produk, ada hal yang perlu diingat: ketidakcocokan harga berbanding terbalik dengan kepercayaan. Artinya, jika orang percaya pada kredibilitas Anda, maka mereka akan cenderung bersedia untuk membeli produk Anda, meskipun pada awalnya mereka tidak cocok dengan harganya. Ketidakcocokan harga itu lambat laun akan berkurang karena tingkat kepercayaan mereka pada apa yang Anda rekomendasikan meningkat.

Agar kredibilitas makin baik, Anda bisa menawarkan solusi pada mereka. Misalnya, Anda bisa menunjukkan bahwa produk yang Anda tawarkan memang terbukti membantu jika diterapkan, seperti dengan menggunakan testimoni. Daripada berpromosi dengan berteriak “Beli produk ini dong…Produknya bagus banget deh, pokoknya!!”, gunakan testimoni yang nyata, seperti:

“saya mendapatkan banyak permata dan pelajaran tak ternilai dari paket motivator ini” (www.targetpositif.com)

“saya bisa lebih tertib dalam membelanjakan uang” (www.asetinternet.com)

Kemudian, sebaiknya jangan terlalu heboh dalam berpromosi, misalkan Anda terdengar seperti berteriak-teriak untuk menjual. Tetap kalem, santun, dan bewibawa saja :). Lebih baik tampil kalem dan meyakinkan.

Perlu diingat juga, bahwa orang tidak bodoh. Artinya, mungkin saja mereka sudah tahu tentang apa yang sedang Anda promosikan. Jadi, jangan juga menganggap bahwa Anda yang paling tahu.

Ketika merekomendasikan produk, memberikan hal-hal gratis juga bagus. Tapi, apa yang Anda bagikan itu harus berhubungan dengan produk utama yang sedang Anda promosikan.

Apa yang juga tak kalah penting adalah, cobalah dahulu produk yang akan Anda promosikan. Siapa tahu produk yang Anda tawarkan itu ternyata tidak cocok dengan diri Anda sendiri. Jika memungkinkan, promosikan produk di mana Anda punya 100% kepercayaan.


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

marketing bisnis onlineAturan-aturan dalam marketing berlaku baik bagi bisnis besar maupun bisnis yang masih berkembang. Aturan-aturan tersebut adalah: (1) mem-branding produk, (2) menentukan target / sasaran pasar, (3) mendapatkan penjualan, dan (4) membangun basis repeat customers (pelanggan yang bersedia terus membeli produk kita lagi di masa datang). Marketing online sangat efektif jika diterapkan untuk hal-hal tersebut.

Marketing online itu sendiri berarti menempatkan bisnis atau produk kita di internet agar bisa diakses oleh banyak orang sehingga kita bisa mengubah situs kita menjadi suatu alat yang bisa memaksimalkan penjualan dan potensi bisnis.

Marketing secara online itu sebenarnya lebih dari sekedar memasang iklan di internet. Apa yang termasuk di dalam marketing online adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan pelanggan, mempromosikan bisnis atau produk di internet, dan memastikan bahwa isi situs kita bermanfaat dan selalu ter-update. Kabar baiknya, untuk melakukan marketing secara online, kita tak perlu budget besar untuk bisa membuat kampanye marketing yang efektif.

Tiga poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam marketing online adalah:

Komunikasi. Bagian penting dari marketing online adalah bagaimana kita menjawab eMail dari pelanggan. Tentu saja kita tak boleh menyia-nyiakan jika ada orang yang mengunjungi situs kita, lalu mengontak kita untuk informasi lebih lanjut.

Memanfaatkan eMail adalah salah satu cara yang efektif dan efisien untuk mendapatkan penjualan. Memang, kadang sulit untuk selalu bisa melayani pertanyaan dari pengunjung situs, karena saya mengalaminya sendiri..hehe (maaf ya, bagi Anda yang eMailnya belum terjawab ^_^). Kunci efektivitas di sini sebenarnya adalah konsistensi. Kita harus bisa konsisten dalam menjawab eMail.

• Sumber daya manusia. Dalam marketing online, sebenarnya juga diperlukan sumber daya manusia, bukan hanya situs. Misalnya saja, untuk customer service yang baik, tentu diperlukan sumber daya manusia yang mampu bertindak cepat dalam menjawab eMail pelanggan. Biasanya, waktu normal untuk menjawab eMail adalah 48 sampai 72 jam. Jika kita menjawab eMail terlambat, maka pelanggan bisa lari.

• Produk yang ingin dibeli orang secara online. Sebelum memulai marketing secara online, tentu kita harus memilik produk di mana orang ingin membelinya. Harus ada nilai atau value dari apa yang kita jual.

Dalam menjual barang secara online, ada dua faktor yang biasa dipertimbangkan: biaya dan kenyamanan. Dalam marketing online, tanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti:

Apakah orang akan lebih mudah membeli dari kita secara online, daripada langsung ke toko?
Apakah ada keuntungan lain jika mereka membeli secara online?
Apakah manfaatnya lebih banyak jika membeli online?
Apakah harganya lebih murah?
Dst..

Misalnya saja di situs www.targetpositif.com, saya menyediakan eBook pengembangan diri. Lalu saya bertanya:

Apakah orang akan lebih mudah membeli dari kita secara online, daripada langsung ke toko?
jawab: Ya, karena kalau membeli secara online, pesanan bisa dilakukan kapanpun, 24 jam non stop, bahkan ketika hari libur, di mana belum tentu toko buku bisa seperti itu.

Apakah ada keuntungan lain jika mereka membeli secara online?
jawab: Ada program afiliasi online-nya.

Dst...dst. Intinya, marketing secara online bukan hanya beriklan di internet saja. Kita perlu mempertimbangkan tiga poin di atas agar hasil usaha bisa kita rasakan.









Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

stop dreaming start actionBerbicara masalah mimpi, saya yakin Anda semua pasti punya mimpi, sama seperti saya :)

Kalau Anda tak punya mimpi, berarti Anda rugi, loh. Sebab, mimpilah yang membuat orang-orang biasa menjadi sukses luar biasa. Lebih hebatnya lagi, mimpi itu gratis. Mau besar, mau kecil, apapun mimpi Anda, semuanya gratis.

Contohnya, seperti dalam artikel saya yang terdahulu, adalah Fred Smith, sang pendiri FedEx, yang sukses mendirikan perusahaan pengiriman barang dari mimpi yang ia tuangkan dalam tugas kuliahnya.

Mimpi juga bisa menjadi panduan untuk tindakan Anda. Misalnya saja, Robert Kiyosaki dahulu pernah bermimpi untuk bisa berlayar di samudra lepas, dan bertemu gadis-gadis cantik di Tahiti. Ketika ia ditanya oleh gurunya, mau jadi apa ia nanti, maka ia mengatakan mimpinya tersebut pada sang guru.

Mendengar curhat Robert, sang guru menyarankannya untuk masuk sekolah angkatan laut. Alhasil, Robert mengikuti saran gurunya, dan ia benar-benar sampai ke Tahiti dan bertemu beberapa gadis cantik. Seandainya Robert tak tahu apa mimpinya, mungkin ia tak bisa menjawab, dan gurunyapun akan bingung akan menyarankan sekolah apa :)

Mimpi, atau dream, memang bisa menjadi pembimbing yang bagus. Namun, pernahkah Anda terlalu asyik bermimpi, lalu menunda tugas, pekerjaan, atau apapun yang harus Anda lakukan, sampai akhirnya kelabakan karena tenggat waktu makin dekat?

Kalau ya, maka Anda adalah orang yang terserang “virus menunda”. Saking asyiknya bermimpi, eh...sampai enggan untuk bertindak, alias take action....hehe

Sikap suka menunda adalah sumber dari kurangnya produktivitas dan keterlambatan hasil. Padahal, seperti kata pak Joko Susilo, produktivitas menentukan kesuksesan Anda. Banyak orang tak mau mengakui, tapi kalau mereka mau mulai mengerjakan tugas di awal waktu tanpa menunda, maka mereka akan mendapat banyak keuntungan.

Pada umumnya, suka menunda pekerjaan adalah lebih cenderung sebagai kebiasaan, bukan keinginan.

Jika Anda merasa suka menunda-nunda, dan porsi mimpi atau dream Anda lebih banyak daripada tindakan atau action, ada sedikit tips untuk lebih meningkatkan produktivitas Anda.

Berikut adalah empat tips untuk ”stop dreaming and start action”:

1. Buat jadwal

Membuat jadwal sama seperti ketika Anda membuat budget atau rencana keuangan. Kalau tak ada jadwal atau rencana, maka Anda bisa tidak sadar kalau tenggat waktu makin dekat.

2. Tunda Liburan

Banyak orang menunda-nunda dan berkata,

“Ya, nanti saya kerjakan, tapi saya akan bersenang-senang dahulu.”

Menurut saya, liburan akan lebih menyenangkan kalau tugas sudah selesai :)

Kalau Anda memilih untuk berlibur atau bersenang-senang sebelum mengerjakan tugas, maka nanti Anda tak akan menjadi excited, karena tak ada yang Anda tunggu-tunggu setelah pekerjaan selesai.

Kalau Anda menyelesaikan tugas dahulu, maka di tengah-tengah Anda akan teringat bahwa akan ada “hadiah” atau sesuatu yang menyenangkan ketika tugas Anda selesai.

Lagipula, kalau Anda memilih untuk bersenang-senang terlebih dahulu, kemungkinan Anda bisa kebablasan, loh.

3. Jangan Remehkan Tugas

Kadang, orang menunda pekerjaan karena mereka meremehkan tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya. Biasanya, mereka berkata, “Ah, cuma nulis eMail saja kok.”

Masalahnya, betapa mudahnya suatu tugas, tetap diperlukan waku dan sumber daya untuk menyelesaikannya. Bagaimana kalau tiba-tiba jaringan internet putus karena ada kabel bawah laut yang rusak…hehe

4. Jangan Merasa Nyaman Kalau Tak Ada Kegiatan

Sebaiknya, selalu nyalakan “alarm” ketika tak ada pekerjaan. Selalu ingat akan tugas apa yang perlu Anda kerjakan nanti. Tapi, jangan menyamakan antara “menganggur” dan ”beristirahat”. Anda tetap perlu waktu untuk beristirahat.


Jika Anda berpikir akan menunda-nunda, katakan segera untuk Stop Dreaming, Start Action!


Baca Selengkapnya

Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google